This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ICHTHYOSIS VULGARIS (student project)

0 komentar

Kulit tidak hanya organ terbesar dari tubuh kita tapi juga terberat yang memiliki luas permukaan 1,5-2 m2 dan berkontribusi terhadap 1/7-1/6 dari berat badan. Kulit beserta kelenjar yang berada di dalamnya, rambut, dan kuku atau yang lebih kita kenal sebagai integumentary system merupakan sistem yang memiliki massa paling besar di tubuh kita yang kira – kira sebesar 15% dari total berat badan kita.1
Kulit memiliki banyak fungsi krusial yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kehilangan kulit sebesar 20% akan menyebabkan kematian. Secara umum kulit berfungsi untuk melapisi tubuh kita agar tidak mudah diserang oleh faktor – faktor dari luar seperti infeksi, radiasi, dan kontaminan lainnya. Kulit pada bagian terluar pada orang normal sangat kompak hubungannya antar satu sel dengan sel yang lain serta memiliki siklus sel yang teratur. Siklus sel dimulai dari proliferasi, diferensiasi, dan deskuamasi. Kira–kira dibutuhkan waktu satu bulan untuk melengkapi siklus ini.1
Pada suatu kondisi tertentu dapat terjadi mutasi pada substan yang penting menjaga fungsi barrier dan siklus pertumbuhan dan perkembangan kulit. Ini akan mengganggu fungsi kulit itu sendiri sebagai barrier sehingga faktor–faktor infektan dan iritan dapat menembus fungsi barrier ini. Salah satu kelainannya ialah yang kita kenal dengan ichtyosis.1,2
Ichtyosis merupakan kelompok penyakit heterogenus dari 30 penyakit herediter keratinisasi yang memiliki karakteristik kulit yang berskwama. Biasanya individu dengan penampakan seperti ini dimasukan menjadi satu kelompok. Namun kenyataannya, ada perbedaan antara skwama yang terlokalisir dan generelize, skwama yang menonjol dan datar, skwama yang panas atau kemerahan dan lain sebagainya.2,3
Berdasarkan observasi, histopatologi, genetik dan biokimia ichthyosis dikategorikan menjadi 2 kelompok utama yaitu syndromic dan non-syndromic, ada 6 tipe dari non-syndromic yaitu: 4
-          Ichthyosis vulgaris
-          X-linked ichthyosis
-          Lamellar ichthyosis
-          Congenital ichthyosis erithroderma (CIE)
-          Congenital ichthyosis dengan skwama yang halus atau focal (CIFS)
-          Harlequin ichthyosis
Istilah ichthyosis berasal dari bahasa Yunani ichthus yang berarti ikan. Istilah ichthyosis awalnya dipilih untuk mendeskripsikan adanya skwama yang seperti ikan pada kulit tapi tidak disertai inflamasi kecuali mengalami komplikasi oleh infeksi microbial atau atopic eczema sehingga bebas dari tanda inflamasi. Pemilihan istilah ini sering menyinggung pasien, selain itu ichthyosis juga berubungan dengan kelainan kornifikasi.2,3,5,6
Ichthyosis menunjukan abnormalitas pembentukan dan deskuamasi dari keratinosit yang merupakan sel terbanyak dari epidermis. Keratinosit berada mulai dari lapisan basal sampai lapisan tanduk dengan setiap lapisan memproduksi protein keratin yang berbeda-beda. Mutasi bisa menyebabkan terjadinya perubahan seperti perbedaan ukuran, bentuk dan defek perakitan pada keratin yang juga dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk sel.2
Ichthyosis vulgaris (IV) merupakan bentuk yang paling sering dan paling ringan dari ichtyosis. IV adalah kelainan kulit dengan penampakan kulit berskwama seperti ikan, keratosis pilaris, hiperlineariti telapak tangan dan berhubungan dengan atopi. Kondisi ini terjadi pada 1:250 sampai 1:500 orang, insidennya meningkat secara signifikan seiring pertambahan umur. Laki-laki dan perempuan memiliki resiko yang sama untuk mengalami kelainan ini. Kondisi ini juga terjadi di seluruh dunia dan di semua ras. IV merupakan penyakit yang umum terjadi pada kulit dan tidak melibatkan tulang dan sendi.2,7
Kondisi ini diturunkan melalui autosomal dominan, jika kedua orang tua memiliki kulit yang sangat kering, maka anaknya kemungkinan memiliki kulit yang kering dan berskwama juga. 50% dari penderita IV bersamaan juga menderita dermatitis atopik. IV sering tidak terdiagnosis karena orang yang menderita IV berpikir mengalami kulit kering biasa sehingga tidak mencari pengobatan.1-3,7,8
 Etiologi
Etiologi dan patogenesis  IV tidak diketahui dengan pasti, walaupun penyakit ini dideskripsikan dengan baik secara klinis. Studi kinetika seluler pada penyakit ini tidak menunjukan adanya peningkatan mitotic rate atau pada epidermal cell transit time. Data ini mendukung postulat adanya abnormalitas retensi pada jumlah sel stratum korneum yang mengakibatkan abnormalitas skwama.3,9
IV dapat diturunkan dalam satu keluarga (herediter), atau bisa berkembang selanjutnya dalam hidup sebagai akibat suatu paparan lainnya. IV merupakan kelainan genetik autosomal dominan, yang merupakan bukti pertama kelainan pada anak–anak usia dini. Namun suatu penelitian menemukan bahwa IV merupakan kelainan semi-dominan. Kelainan ini pertama kali muncul pada anak – anak usia dini yaitu pada tahun pertama kehidupannya. Gambaran skwama tampak bertahan dalam waktu yang lama dan susah untuk mengelupas. IV herediter juga terkait dengan atopi. Sehingga sering menunjukan manifestasi atopik.7
Selain yang bersifat herediter, ada juga IV yang bersifat didapat. IV yang didapat namun kasusnya sangat jarang dan jika terjadi sering digunakan sebagai tanda adanya penyakit sistemik internal, termasuk keganasan.7
IV yang didapat sering berkaitan dengan beberapa jenis keganasan yaitu: 7
-          Hodgkin's disease, non-Hodgkin lymphoma (termasuk mycosis fungoides), kanker paru, kanker payudara, kanker ovarium dan kanker serviks.
-          Sarcoidosis, leprosy, thyroid disease, hyperparathyroidism, kelainan nutrisi, gagal ginjal kronik, Infeksi HIV serta dapat juga terjadi setelah transplantasi sumsum tulang.
-          Kelainan autoimun seperti  systemic lupus erythematosus (SLE) dan  dermatomyositis.
Patogenesis
Seperti yang dijelaskan di atas beberapa sumber menyebutkan etiologi dan patogenesis IV tidak diketahui dengan pasti. Namun beberapa sumber menyatakan bentuk abnormal dari keratohyalin granule dan tertundanya destruksi dari desmosome karena kerusakan atau tidak adanya produksi profilaggrin (protein yang sebagian besar menyusun granul dari lapisan glanular pada epidermis) dan filaggrin (protein kationik yang mengagregasi filamen intermediet keratin pada stratum korneum dari epidermis) yang menghasilkan retensi hiperkeratosis. Pada IV sel kulit diproduksi dalam kecepatan yang normal tapi tidak memisah (sheding) secara normal pada permukaan sratum corneum (lapisan terluar kulit). Perubahan pada ekspresi profilaggrin akan mengakibatkan terbentuknya kulit berskwama.1
Profilaggrin disintesis dalam stratum granulosum yang merupakan komponen utama dalam keratohyalin granule. Melalui modifikasi translasional profilaggrin akan diubah menjadi filaggrin. Selama diferensiasi terminal dari keratinosit, fosforilasi profilaggrin terakumulasi pada keratohyalin granule dan kemudian mengalami defosforilasi dan proteolisis menjadi filaggrin yang memegang peranan penting untuk pembentukan epidermal barrier, hidrasi, pH, dan proteksi terhadap radiasi ultraviolet.  Pada pasien IV menunjukan kegagalan ringan epidermal permeability barrier atau barrier recovery.2,7,10,11
Fungsi filaggrin adalah sebagai pembentukan stratum korneum selama diferensiasi epidermal. Sedangkan profilaggrin tidak hanya berfungsi sebagai protein agregasi keratin tapi juga meregulasi calcium-dependent event selama diferensiasi epidermal. 3
Keratohyalin granule terkandung dalam lapisan granular dari epidermis dan membantu membentuk matrix (semen) antara keratin fibril. Substansi ini berkurang pada pasien IV. Begitu juga dengan Filaggrin (filament aggregatin protein) dan prekusor inaktifnya profilaggrin yang juga mengalami penurunan atau tidak ada di epiderimis pada individu yang mengalami IV. 7
IV merupakan satu dari sekian banyak kelainan genetik yang diakibatkan mutasi pada gen tunggal. Kelainan ini seringkali dipertimbangkan sebagai kondisi autosomal dominan, dimana mutasi genetik tunggal menyebabkan kelainan pada seseorang dengan orang tersebut mampu menurunkan pada generasi selanjutnya dengan peluang sebesar 50%. Sementara itu pada suatu penelitian ditemukan kelainan ini diturunkan secara semi-dominan. Defisiensi filaggrin bisa disebabkan oleh mutasi gen profilaggrin (FLG) secara ganda (homozygous) yang memiliki fenotipe berat dan menyebabkan IV yang berat atau tunggal (heterozygous) dengan fenotipe ringan dan menyebabkan IV ringan, hal inilah yang menghambat terbentuknya keratohyalin granule. 3,7,12
FLG terletak di kromosom 1q21 yang merupakan komponen utama dari keratohyalin granule. Profilaggrin terdiri dari 3 exon antara lain exon 1 (15 bp) hanya mengandung 5-untranslated region sequence sedangkan start codon ada di exon 2 (159bp). Exon 3 besarnya tidak biasa (12.753 bp) dan mengkode sebagian besar N-terminal domain dan semua filaggrin repeat. Pada penelitian lainnya diidentifikasi bahwa mutasi R501X dan 2282del4 pada gen pengkode filaggrin ditemukan pada kasus IV sedang hingga berat. 2,7,12
Abnormalitas biokimia akibat defisiensi filaggrin berhubungan dengan penurunan morfologi pada jumlah keratohyalin dan severitas klinis dari penyakit ini. Kultur keratinosit dari pasien yang menderita IV menunjukan kesamaan abnormalitas struktural dan biokimia yang berujung pada sejumlah perubahan dalam yang tampaknya terkait erat sebagai patogenesis  IV dan juga atopic dermatitis. 3,12 Biopsi kulit standar dari IV yang dicat dengan Hematoxylin dan Eosin (H&E) menunjukan sedikit sampai tidak adanya lapisan granular. Pada stratum granulosum, proprotein profilaggrin disimpan dalam keratohyalin granule, yang secara fungsional masih inert. Pada mikroskop elektron terlihat penurunan atau sedikitnya keratohyalin granule yang berhubungan dengan ekspresi profilaggrin (protein mayor dari keratohyalin granule) dipecah menjadi filaggrin yang menjadi penampang dari filamen keratin. Tidak ditemukan kerusakan gen pada penurunan ekspresi profilaggrin. Keratohyalin granule tersusun dari >400-kDa polyprotein, profilaggrin.2,10,11
Pada lapisan granular, proprotein profilaggrin disimpan dalam Keratohyalin granule dimana secara fungsional masih inert. Pada pertemuan stratum korneum dan stratum granulosum, terjadi gangguan aggregasi keratin filamen yang menyebabkan gagalnya ekskresi lamellar bodies, yang mengakibatkann gangguan fungsi barrier. Pada stratum korneum, defisiensi filaggrin terkait dengan berbagai perubahan struktural meliputi menurunnya kepadatan corneodesmosome, menurunnya ekspresi protein tight-junction, dan yang terpenting terganggunya sekresi dan maturasi lamellar bodies. Perubahan ini juga diperantarai melaui peningkatan pH dalam sitoplasma residual dalam skwama akibat menurunnya konsentrasi produk pemecahan filaggrin yang bersifat asam.7
Perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan menurunnya fungsi barrier dan meningkatnya kemudahan terpapar alergen pada sel dendritik epidermis. Selanjutnya karena pada permukaan kulit, terjadi penurunan faktor yang dapat melembabkan kulit sehingga mengakibatkan kulit kehilangan hidrasi, kering. Peningkatan pH pada permukaan kulit meningkatkan aktifitas protease yang memecah proforms  interleukin-1, yang berujung pada inflamasi epitel dan fungsi barier yang lebih rusak.7
Manifestasi Klinis
IV muncul 3 bulan setelah lahir, sebagian besar kasus muncul pada umur 5 bulan dan biasanya lebih ringan dan terlokalisir dari pada kelainan kornifikasi. Perubahan kulit biasanya tidak ada pada saat lahir tapi berkembang saat tahun pertama kehidupan (3-12 bulan). Kulit tampak mulai kering dan berskwama pada umur dua bulan pertama walaupun belum tampak terlalu jelas sampai memasuki usia sekolah. Beberapa pasien meningkat gejalanya seiring umur (progresif sampai pubertas) terutama pada cuaca dingin dan lembab, lesi akan berkurang pada iklim yang hangat dan penuh disinari cahaya matahari. Bisa juga muncul pruritik atau asimtomatik. Skwama biasanya halus dan berukuran mulai 1–10 mm dengan warna putih hingga abu-abu atau cokelat, pada orang berkulit gelap dengan warna skwama yang lebih gelap. skwama berukuran kecil, berjonjot, agak berlapis dan ujung yang terlipat agak naik. Skwama sering muncul pada daerah predileksi seperti permukaan ekstensor dari limbik dan dada (gambar 3).1-3,6,7
Skwama lebih sering muncul di punggung dari pada di abdomen dan bisa ada di dahi dan pipi pada early childhood walaupun akan berkurang seirirng bertambahnya umur. Flexure selalu menyebar (gambar 3) dan tanpa adanya keterlibatan mukosa. Disini terdapat juga papul folikuler yang tersebar pada siku, lutut, dan mata kaki. Telapak tangan dan telapak kaki yang hiperlinear juga dihubungkan dengan IV. Selain itu sering juga ditemkan  callus-like lesion pada lutut dan siku. IV sering tumpang tindih dengan xerosis sehingga sering sulit membuat diagnosis yang definitif.1,3,6
IV merupakan suatu rangkaian klinis dengan kulit kering pada yang ringan dan berskwama seperti kadal dengan eritema dan gatal pada yang berat. Bentuk yang ringan dengan kulit yang kering biasanya mengenai kaki bagian bawah (gambar 3) dan punggung bagian bawah khususnya pada iklim dan cuaca yang kering. Anak-anak dengan IV full-blown memiliki skwama putih yang halus dari leher sampai pergelangan kaki, menyebar ke lipatan (yang merupakan daerah dengan kelembaban yang tinggi) dan wajah (daerah dengan kelenjar minyak membantu mengatur skwama). Pada kaki bagian bawah skwama terlihat seperti kadal walaupun lebih sedikit dibandingkan pada lamellar ichthyosis. Telapak tangan sering kering dan menunjukan garis-garis yang banyak yang mengakibatkan adanya telapak tangan yang hiperlinear, tapi rambut, gigi dan kuku menunjukan keadaan yang normal.2
Kelainan ini bukan merupakan keadaan yang mengancam jiwa. Akibat yang bisa ditimbulkan pada pasien, pada kasus yang ringan umumnya sebatas rasa gatal  dan efek sosial akibat penampakan kulit yang tidak normal seperti biasanya. Sedangkan pada kasus yang berat, meskipun jarang terjadi namun dapat menimbulkan skwama hampir di seluruh permukaan tubuh. Penderita dengan kasus yang berat biasanya juga akan mengalami masalah dalam berkeringat ketika penderita perlu berkeringat namun tidak bisa akibat adanya skwama yang mengakibatkan penderita merasakan prickly itch (rasa gatal yang menusuk-nusuk). Selain itu penderita juga akan mengalami masalah terkait rasa panas yang berlebih (overheating). Kulit yang kering bisa pecah dan berdarah dan akan mengakibatkan nyeri oleh karena inflamasi. Namun mayoritas pada penderita IV masih bisa berkeringat meskipun dalam jumlah yang sedikit.7
IV sering muncul berhubungan dengan dermatitis atopik dimana tidak ada abnormalitas sistemik atau laboratorium. Keratosis pilaris (hyperkeratotic folicular papule yang khas ada pada bagian posterior lengan atas, paha dan wajah) yang melibatkan folikel rambut sering juga mengikuti IV yang bisa dilihat pada bagian pipi bawah, leher, bagian belakang lengan atas, pantat, anterior paha. Keratosis pilaris merupakan titik kecil yang berwarna kekuningan sampai merah.2,3,13 Karena IV berhubungan dengan atopi, beberapa pasien yang menderita IV juga sering menunjukan manifestasi atopik seperti asma eczema, rhinitis alergi dan hay fever syndrome, pasien juga sering mengeluh tangan dan tumitnya pecah-pecah.3,13
Karakteristik histopatologi dari IV adalah hiperkeratosis ringan sampai moderat dengan pola rete ridge yang normal dan berkurangnya atau tidak adanya lapisan granular dari epidermis, tapi dermis dalam keadaan normal. Studi ultrastuktural menunjukan berkurangnya jumlah keratohyalin granule yang abnormal. Pada beberapa kasus keratohyalin granule yang kecil bisa dilihat pada mikroskop elektron pada.1,3,8,12,13
 Diagnosis
Tidak ada tes laboratorium yang spesifik untuk penyakit ini. Diagnosis berdasarkan jenis penurunan, distribusi dan karakter skwama, histologi dan pola ultrastructural. Karakteristik histopatologi dari IV adalah pengurangan atau tidak adanya lapisan granular pada epidermis. Diagnosis ditegakkan dapat ditegakkan biasanya dengan anamnesis dengan melihat riwayat keluarga, onset pertama terjadi, penyebaran flexure dan hiperlinear telapak tangan. Selain itu juga dengan melihat temuan kondisi kulit pada pasien (efloresensi). Penampakan biasanya berupa kulit seperti kulit kadal atau skwama ikan. 3
Kulit kering pada ujung lembut dan bentuk seperti kulit kadal dengan erithema dan gatal. Orang yang menderita biasanya memiliki kulit yang kering, biasanya di tungkai bagian bawah dan punggung bawah. Anak-anak yang menderita IV memiliki guratan putih dari leher sampai pergelangan dan wajah. Gurutan terlihat seperti kulit yang mengelupas , terutama di punggung bawah. Telapak tangan kering dan terdapat tambahan garis yang biasa disebut “hyperlinear palm.” Rambut, gigi, dan kuku normal.2
Riwayat kesehatan yang bisa didapatkan adalah sejak kapan keluhan mulai terlihat atau dirasakan, lokasi munculnya tampilan skwama tersebut, lokasi perskwamaan karena kelainan ini mempunyai predileksi muncul di kaki. Bagaimana skwamanya apakah kulit terasa menebal, dan jumlah yang muncul. Data berupa bagaimana awalnya kelainan ini muncul, faktor – faktor memperburuk dan memperingan seperti cuaca, suhu lingkungan, dan keluhan lainnya seperti perih, gatal, atau badan merasa panas karena susah untuk berkeringat. Yang tidak kalah penting tentu saja mengetahui adanya riwayat atopi dan kesehatan kulit di lingkungan keluarga pasien.3 Lokasi tersering dari kelainan ichthyosis vulgaris yang meliputi:2
®       Depan (permukaan ekstensor) pada kaki
®       Belakang (permukaan ekstensor) lengan
®       Kulit kepala
®       Punggung
®       Dahi dan pipi terutama pada anak kecil
Sedangkan daerah berikut ini tidak mengalami kecenderungan terkena:
ü  Wajah
ü  Leher bagian depan
ü  Abdomen
ü  Lipatan siku
ü  Folds Lipatan lutut
Biopsi mungkin membantu dalam menegakan diagnosis namun sering kurang jelas. Biopsi kulit dapat dilakukan penilaiannya dibawah mikroskop cahaya maupun elektron. Sampel diambil dari skwama yang paling tebal karena pada skwama yang tipis biasanya susah dibedakan dengan kulit yang normal. Sampel yang baik terletak pada kaki bagian anterior. Temuan yang terlihat berupa gambaran hyperkeratosis yang kompak walaupun pada beberapa area tampak berlamina. Pada umumnya biopsi kulit tidak sampai diperlukan meskipun dapat menunjang hingga diagnosis pasti karena dapat melihat perubahan yang spesifik di bawah mikroskop.8
DIAGNOSIS BANDING
Adapun diagnosis banding dari IV  adalah kelainan sejenis yang diakibatkan oleh:3
  1. Kelainan autosomal dominan lainnya,seperti Epidermolysis Hyperkeratosis maka lesi akan nampak keras, hiperkeratotik, tersusun linier, terutama pada lipatan flexural dengan disertai bulla, eritroderma.
  2. Kelainan yang terkait kromosom X, seperti X-linked recessive ichtyosis (dengan skwama yang gelap dan besar serta lapisan granular yang tetap) akan Nampak skwama mulai dari ringan hingga berat dengan opasitas yang berbentuk koma.
  3. Kelainan autosomal resesif, seperti Autosomal Recessive Congenital Ichtyosis dimana skwama berwarna cokelat, berbentuk seperti piring serta cenderung mengenai ekstrimitas bawah.
  4. IV yang didapat (acquired) yang biasanya disertai dengan kelainan sistemik internal (Hodgkin's disease, non-Hodgkin lymphoma, mycosis fungoides, sarcoidosis, leprosy, thyroid disease, hyperparathyroidism, kelainan nutrisi, gagal ginjal kronik, Infeksi HIV, systemic lupus erythematosus dan  dermatomyositis).
Pengobatan
Seperti penyakit genetik lainnya, IV bisa dikontrol tetapi tidak disembuhkan. Langkah pertama adalah dengan menghidrasi stratum corneum dan menjaganya tetap lembab. Selanjutnya gunakan pelembab seperlunya untuk menjaga kondisinya (tabel 1). Dibasuh dengan air hangat diikuti dengan pengolesan krim pelembab diperlukan pada beberapa pasien. Membasahi dua kali sehari lebih baik, selama penggunaan pelembab digunakan secepatnya setelah mandi.2

IV biasa diobati dengan efektif menggunakan bermacam-macam persiapan topikal. Akan tetapi, lesi akan muncul kembali apabila terapi tidak dilanjutkan.3
IV biasa diatasi dengan penggunaan emollient, seperti petrolium jelly atau krim pelembab. Emollient sangat membantu, terutama apabila digunaakan sesaat setelah mandi untuk menjaga kulit tetap basah dan lembut serta mencegah kulit pecah-pecah.3
Agen keratolitik seperti asam salicylic digunakan untuk mengurangi guratan dengan melonggarkan lapisan atas skwama dan memicu shedding. Urea dan asam hidroksida alpha meningkatkan kemampuan mengikat air dari epidermis. Asam salicyl, 10%-20% urea mengandung lotion atau krim, dan asam hydroxyda alpha seperti asam laktat atau asam glikosida sangat berguna apabila pasien biasa mentolerirnya. Iritasi kulit, rasa tersengat, terbakar merupakan efek samping dari terapi ini. Penggunaanya harus dibawah pengawasan dokter.2,3
Propylin glycole (40-60%) pada air bisa digunakan di bawah plastik pembungkus, ini khususnya berguna untuk hidrasi kulit yang iktyotik. Propylin glycole bekerja sebagai agen hidroskopik. 2,3
Prognosis dari penyakit ini cukup baik. Iklim yang hangat dan lembab membantu pemulihan karena kondisi cenderung memburuk selama bulan musim dingin. Karena itulah pasien sering memilih untuk tinggal di daerah tropis Tidak ada pengobatan preventif untuk kelainan ini.3
 
 
dari:file:///C:/Users/Public/Documents/simple%20life...everything%20ok!!!%20%20ICHTHYOSIS%20VULGARIS%20%28student%20project%29.htm

GALAU

0 komentar

malam ini  terasa panjang buatku
tak cuma masalah gigiku yang selalu menyakitiku, tetapi karena wanita pujaanku membuatku kecewa.
satutahun yang telah aku jalani bersama dia membuat aku benar-benar menemukan cinta sejati yang benar-benar aku sayangi. walaupun banyak wanita cantik di dunia ini tapi satu kuncinya yang bisa membuatku bertahan selama ini,kuncinya ialah rasa "NYAMAN" .
aku baru sadar bahwa kecantikan bukan segala-galanya,tapi nyaman adalah sesuatu yang selama ini aku cari.
malm ini dia menelfon adeknya terus dia bilang "kata*****(aku),kamu suka ma diya(aku) ya" aku merasa jika itu memalukan, aku seperti gak punya muka jika di depan adeknya, aku bingung apa karena kaya gitu aku marah terlalu berlebihan. jujur aku pingin nelfon dia tapi aku ngrasa malu karena telfon dari dia aku matiin dan aku marah sama dia, oh TUHAN bantu aku...........
selama ini aku membuat dia cemburu dengan menyebut cewe lain,hampir setiap hari dan cewe yang ku sebutin bukan hanya satu atau dua tpi lebih dari tiga. aku merasa bersalah,aku bingung ,udah aku usahain buat gak nyebutin cewe lain tapi mulut ini selalu saja gak bisa di kendaliin, 

Conan Edogawa

0 komentar

aq paling suka kalo liat konan  apa lagi kalo lagi gayanya yang cooollll

ibu(konsul dokter)

0 komentar


Aku mempunyai pasangan hidup...

Saat senang aku cari pasanganku

Saat sedih aku cari ibu

Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku

Saat gagal aku ceritakan pada ibu

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku

Saat sedih aku peluk erat ibuku

Saat liburan aku bawa pasanganku

Saat aku sibuk anak dianter ke rumah ibu

Saat sambut hari ibu, kau cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu" dariku

Dalam setiap harinya selalu aku ingat pasanganku, Tapi disetiap hari selalu ibu yang ingat aku

Setiap saat aku akan telpon pasanganku

Kalau inget aku akan telpon ibu

Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan aku belikan hadiah untuk ibu

Renungkan!

Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya saat sakit atau renta?

Berapa banyak yang sanggup membersihkan muntah ibunya?

Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya?

Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya?

Berapa banyak yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka borok ibunya?

Berapa banyak yang sanggup habiskan waktunya untuk menjaga ibunya?

Dan pada akhirnya, sekali, "Berapa banyak yang melakukan Shalat JENAZAH ibunya?

Sobatku...

Waktu untuk Ibumu mungkin sudah tidak banyak lagi.. Dengarkanlah ini: Jangan Lagi Bersuara Keras Padanya.. Dalam keadaan apapun.. Itu akan sangat melukainya.

Sebarkan pesan ini klo kamu peduli IBUmu... I love My Mom... Selamat hari Ibu... Aku Sayang Ibu ayah selalu, Jagalah mereka untukku Ya Allah SWT...

DINA

2 komentar

In a village in a remote island, there is a child who lives with her mother, Dina name. her daily search for fish in order to sustain life on the island.His father was long gone before GOD.Since he was in his father stayed away, he really worked hard to help her mother.
her mother only a woman who is old and can not walk can only lie limply on her bed.
then at night while sleeping dina reflect on the sand and see the moon.
dina thinking how to change his fortunes.Dina complained to the god of "why I was born in this world with a tragic fate, oh god please show me the greatness YOU"she shouted.
dina shouted after lightning was blaring loudly. dina surprised. then dina get up and go to my room and sleep.A few days later her mother in pain, dina was puzzled what he should do, not long after his mother was called by god.She cried, screamed, not even self-aware.after his mother buried, dina still locked in a room until a few days. after his mother buried, dina still locked in a room until a few days. dina almost desperate to face his fate, he came to want to commit suicide, but the thought of his mother he too out of it. after his mother buried, dina still locked in a room until a few days. dina almost desperate to face his fate, he came to want to commit suicide, but the thought of his mother he had canceled a plan. He was to spend the day with a sad day, not crossed his mind over the fate of this. Day after day passed, and he also thought of another island, he wanted to migrate to other islands. After several days of intention was accomplished, he decided to go and he did not bring anything. Having reached his destination on the island looking for a place to sleep, he then get the house empty without occupants, even though the house was a little creepy, Dina was not scared one bit. After the last break he was looking for a job, with capitalize power, he saw the fish market, and it offers power one by one to the trader, not for some time he got the job of washing and cleaning the dirt on the fish. After evening, he came home and collect the results of their work every days.And one day on a sunny morning, there came a rich and handsome merchant who wanted to apply for dina. . Dina merchant know it, because every day at the fish market that merchant noticed dina Dina approved and the finally both married.since that time ignoble fate changed much from previous fate.Few years later they were blessed with a boy.And they lived happily ever after.
THE END

 
fatkhan blog © 2012 | Designed by Meingames and Bubble shooter